SAMARINDA – Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) II Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Timur resmi digelar pada Senin (18/5/2026) di Gedung PWNU Kaltim, Jalan Imam Bonjol, Samarinda. Agenda tersebut sekaligus dirangkaikan dengan peresmian gedung baru PWNU Kaltim yang menjadi pusat aktivitas organisasi ke depan.
Ketua PWNU Kaltim, Fauzi A Bahtar, menegaskan bahwa Muskerwil merupakan momentum penting bagi organisasi untuk memperkuat konsolidasi internal serta mengevaluasi berbagai program kerja yang telah berjalan.
Menurutnya, forum Muskerwil tidak hanya bersifat seremonial tahunan, tetapi menjadi ruang strategis dalam menentukan arah gerak organisasi agar semakin adaptif terhadap kebutuhan umat dan tantangan zaman.
“Muskerwil ini menjadi wadah evaluasi sekaligus penyusunan langkah-langkah strategis organisasi ke depan, termasuk meninjau kembali capaian program yang telah dijalankan,” ujar Fauzi dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, pembahasan dalam Muskerwil II kali ini lebih menitikberatkan pada evaluasi Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang sebelumnya telah dirumuskan pada Muskerwil I di Pondok Pesantren Syaichona Cholil Samarinda pada Agustus 2025 lalu.
Selain agenda evaluasi, PWNU Kaltim juga memaparkan sejumlah kegiatan besar yang telah terlaksana sepanjang awal tahun 2026. Salah satunya kegiatan Napak Tilas Isyarah Berdirinya NU ke Jawa Timur yang berlangsung pada 1–5 Januari 2026, hingga peringatan Harlah 1 Abad NU versi Miladiyah yang sukses digelar di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 31 Januari 2026.
Fauzi mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan program di berbagai lembaga dan badan otonom di lingkungan NU. Namun demikian, ia optimistis seluruh kader mampu menjaga semangat khidmat dan kebersamaan demi kemajuan organisasi.
“Kita semua memiliki ruang pengabdian masing-masing di NU. Dengan kebersamaan dan soliditas, keterbatasan yang ada tentu dapat dihadapi bersama,” katanya.
Kegiatan pembukaan Muskerwil II PWNU Kaltim turut dihadiri unsur Rois Syuriah, Mustasyar, A’wan, jajaran badan otonom (Banom), serta delegasi dari 10 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. (red)








