Daerah  

Akses Darat Mahulu–Kubar Resmi Terhubung, Pemprov Kaltim Dorong Percepatan Ekonomi Pedalaman

KUTAI BARAT – Konektivitas darat antara Kabupaten Mahakam Ulu dan Kutai Barat kini resmi terbuka setelah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meresmikan Ruas Jalan Tering–Ujoh Bilang Segmen I hingga IV, Selasa (6/1/26). Infrastruktur tersebut menjadi langkah strategis dalam mengurangi keterisolasian wilayah pedalaman.

Peresmian dilakukan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, yang menegaskan, pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerataan infrastruktur di seluruh wilayah Kaltim, termasuk daerah terpencil.

Ruas jalan yang diresmikan memiliki panjang efektif 28,325 kilometer dengan panjang efisien 19,280 kilometer dan mencakup empat segmen utama. Jalur ini menjadi penghubung penting antarwilayah yang selama ini bergantung pada transportasi sungai.

Dengan beroperasinya akses darat tersebut, mobilitas masyarakat di Mahakam Ulu dan Kutai Barat diperkirakan meningkat signifikan. Selain mempercepat waktu tempuh, keberadaan jalan ini juga dinilai mampu menekan biaya transportasi serta memperlancar distribusi barang dan hasil produksi lokal.

Selama ini, masyarakat Mahakam Ulu mengandalkan jalur sungai seperti speedboat dan kapal kayu untuk mobilitas maupun distribusi logistik. Kondisi tersebut membuat biaya angkut relatif tinggi dan sangat bergantung pada faktor cuaca serta kondisi sungai.

Dirinya menyampaikan, pembangunan jalan ini tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur fisik, tetapi juga menyangkut pemerataan ekonomi dan akses pelayanan dasar bagi masyarakat pedalaman.

“Tersambungnya Mahakam Ulu dan Kutai Barat bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

Terbukanya jalur darat ini juga dinilai akan memperluas akses masyarakat menuju kota-kota utama seperti Samarinda, Balikpapan, hingga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Meski demikian, pemerintah daerah menyoroti pentingnya pemeliharaan jalan secara berkelanjutan, mengingat kondisi geografis yang cukup ekstrem dan rawan kerusakan. Upaya tersebut diperlukan agar jalur tetap dapat dilalui sepanjang tahun.

Sebagai bagian dari peningkatan fasilitas, pemerintah juga berencana memasang Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) untuk menunjang keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Peresmian ruas jalan ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda dari Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedalaman Kalimantan Timur. (yud)