Daerah  

Perkuat Fondasi Industri Film, Dispar Kaltim Fokus Tingkatkan Kompetensi Pra Produksi

SAMARINDA – Upaya memperkuat kualitas produksi film dari hulu terus didorong Dinas Pariwisata Kalimantan Timur melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satunya diwujudkan lewat Bimbingan Teknis (Bimtek) SDM Ekonomi Kreatif yang menitikberatkan pada manajemen pra produksi film, yang digelar pada 15-16 April 2026 di Hotel Puri Senyiur, Samarinda.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menegaskan, subsektor film merupakan bagian penting pada industri ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar agar mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, film juga berperan sebagai media ekspresi budaya dan identitas bangsa.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital serta meningkatnya konsumsi konten audiovisual membuka peluang luas bagi pelaku industri film, baik di tingkat lokal maupun nasional. Namun, masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi, khususnya pada aspek manajemen pra produksi.

“Pra produksi merupakan tahapan krusial yang menentukan kualitas keseluruhan proses produksi film. Perencanaan yang kurang matang sering kali berujung pada pembengkakan biaya, ketidakefisienan, hingga risiko kegagalan produksi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keterbatasan SDM yang memiliki kompetensi di bidang manajemen pra produksi juga menjadi kendala tersendiri, terutama bagi pelaku film di daerah. Banyak di antaranya belum mendapatkan akses pelatihan yang sistematis dan terstruktur.

Melalui kegiatan bimtek ini, Dispar Kaltim berupaya meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif di bidang film, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun profesionalisme. Peserta dibekali pemahaman menyeluruh terkait tahapan pra produksi, mulai dari pengembangan ide, penyusunan skenario, perencanaan produksi, hingga pengelolaan tim dan anggaran.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya kemampuan teknis seperti penyusunan anggaran, penjadwalan, perekrutan tim, pencarian lokasi, serta manajemen sumber daya guna meminimalisasi kendala produksi.

Dirinya berharap, melalui bimtek tersebut, para peserta dapat meningkatkan kemampuan dalam merencanakan dan mengelola tahapan pra produksi secara efektif, efisien, dan sistematis. Dengan demikian, karya film yang dihasilkan mampu memiliki kualitas tinggi serta daya saing di industri.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah bagi para pelaku ekonomi kreatif agar membangun jejaring (networking). Hal ini dinilai penting guna mendorong kolaborasi serta membuka peluang tindak lanjut berupa pengembangan proyek film di masa mendatang.

“Melalui forum ini, kami berharap peserta dapat aktif berdiskusi dan memanfaatkan kesempatan untuk memperluas jaringan kerja sama, sehingga dapat melahirkan karya-karya film yang lebih berkualitas dari Kalimantan Timur,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *