Daerah  

Gratispol Jadi Motor Transformasi Kaltim, Pemprov Fokus Bangun SDM dan Kurangi Ketergantungan SDA

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai mengarahkan pembangunan daerah ke sektor penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam. Melalui Program Gratispol, berbagai layanan dasar digratiskan untuk mendorong pemerataan akses pendidikan, kesehatan, hingga layanan sosial.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyatakan program tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menciptakan kemandirian daerah. Menurutnya, pembangunan tidak lagi hanya bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam, melainkan pada kualitas manusia.

“Gratispol adalah jalan menuju kemandirian. Pendidikan dari SMA hingga S3 kami gratiskan bagi anak-anak Kaltim,” ujarnya.

Program Gratispol mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari pendidikan gratis, layanan kesehatan, hingga dukungan terhadap infrastruktur dasar masyarakat. Selain itu, program ini juga menyasar kebutuhan praktis warga seperti bantuan perlengkapan sekolah, akses internet desa, serta kemudahan administrasi kepemilikan rumah.

Sejak diluncurkan pada 21 April 2025, program ini mulai menunjukkan capaian di berbagai bidang. Di sektor pendidikan, Pemprov Kaltim telah bekerja sama dengan 53 perguruan tinggi negeri dan swasta untuk menyediakan pendidikan gratis jenjang D3 hingga S3. Puluhan ribu mahasiswa tercatat telah menerima manfaat program tersebut.

Pada tingkat pendidikan menengah, puluhan ribu siswa baru dari ratusan sekolah di Kaltim juga memperoleh bantuan seragam dan perlengkapan sekolah gratis pada tahun ajaran 2025/2026.

Di sektor kesehatan, ribuan warga yang sebelumnya belum memiliki jaminan kesehatan kini telah terdaftar dan mendapatkan akses layanan kesehatan gratis. Sementara di bidang perumahan, pemerintah menggratiskan biaya administrasi pembelian rumah dengan batas maksimal tertentu, guna meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah.

Transformasi juga menyentuh sektor digital, di mana ratusan desa telah terhubung dengan layanan internet gratis. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses informasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik hingga ke wilayah terpencil.

Selain itu, program ini turut memberikan perhatian pada aspek sosial dan keagamaan melalui fasilitasi perjalanan religi bagi penjaga rumah ibadah lintas agama.

Rudy Mas’ud menegaskan, berbagai program tersebut dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekaligus menjadi fondasi pembangunan jangka panjang.

“Kaltim tidak boleh terus bergantung pada kekayaan alam semata. Tantangan harus kita ubah menjadi peluang,” tegasnya.

Melalui implementasi Gratispol, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap dapat menciptakan ekosistem pembangunan yang lebih berkelanjutan, dengan menempatkan kualitas manusia sebagai kunci utama kemajuan daerah di masa depan. (yud)