SAMARINDA – SMK Medika Samarinda kembali menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) gelombang kedua bagi siswa baru Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 240 peserta yang mayoritas berasal dari luar daerah dan sebelumnya tidak dapat mengikuti MPLS gelombang pertama.
Kepala SMK Medika Samarinda, Mus Mulyadi, mengatakan pelaksanaan MPLS gelombang kedua dilakukan agar seluruh siswa baru memperoleh pembekalan yang sama sebelum memasuki proses pembelajaran.
“Gelombang kedua ini kami laksanakan karena pada MPLS pertama masih ada siswa dari luar daerah yang belum bisa hadir. Pesertanya sekitar 240 orang, sedangkan gelombang pertama diikuti lebih dari 330 siswa. Jadi total siswa baru tahun ini sudah hampir mencapai 600 orang,” ujarnya, Kamis (16/7/26).
Ia berharap seluruh peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar yang nyaman sekaligus mendapatkan pendidikan dan keterampilan sesuai standar yang diterapkan SMK Medika Samarinda.
Menurutnya, materi MPLS tersebut tidak hanya berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga dirancang agar membangun karakter siswa sejak awal.
“Selain pengenalan sekolah, kami memberikan materi public speaking, ketertiban masyarakat, motivasi, hingga bagaimana meraih kesuksesan. Muatan yang kami berikan memang berbeda karena fokus utama kami adalah pembentukan karakter,” katanya.
Dirinya menjelaskan, komposisi pendidikan di SMK Medika menitikberatkan pada penguatan karakter sebesar 70 persen, sedangkan 30 persen lainnya merupakan pembelajaran teori. Karena itu, berbagai materi selama MPLS diarahkan agar membentuk kemampuan komunikasi, kerja sama, kejujuran, tanggung jawab, hingga penguatan nilai-nilai keagamaan.
Setiap hari, kata dia, seluruh siswa juga dibiasakan menjalankan kegiatan keagamaan sesuai keyakinan masing-masing. Siswa Muslim melaksanakan salat dhuha dan salat zuhur berjamaah, sedangkan siswa nonmuslim mendapatkan pembinaan rohani oleh pendeta maupun pastor.
“Pembinaan untuk semua siswa dilakukan secara seimbang. Yang berbeda hanya agamanya, tetapi pembinaan karakter dan kedisiplinannya sama,” jelasnya.
Pelaksanaan MPLS berlangsung selama tiga hari dengan materi yang sama seperti gelombang pertama. Perbedaannya hanya terletak pada peserta yang sebagian besar berasal dari luar Kota Samarinda.
Ia mengungkapkan, siswa baru SMK Medika tahun ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Malinau, Berau, Mahakam Ulu, Sulawesi Tengah, Tanah Toraja, Lampung, Semarang, hingga Papua.
Untuk mendukung kebutuhan siswa luar daerah, sekolah menyediakan fasilitas asrama yang saat ini telah terisi penuh.
“Kami memiliki 68 kamar asrama dan saat ini semuanya penuh. Bahkan untuk sementara ada yang kami tempatkan di area klinik sambil mempersiapkan pembangunan asrama berikutnya. Menurut kami, penyediaan asrama menjadi salah satu kunci agar sekolah bisa berkembang dan mampu menampung siswa dari berbagai daerah,” ungkapnya.
Ia menegaskan SMK Medika tidak hanya ingin menjadi sekolah unggulan di Kalimantan Timur, tetapi juga mampu mencetak lulusan yang berdaya saing internasional.
Ia menyebut salah satu lulusan SMK Medika kini telah bekerja di Jepang dengan penghasilan sekitar Rp20 juta per bulan. Untuk mendukung hal tersebut, sekolah juga memberikan pembinaan secara gratis bagi siswa yang lolos seleksi kerja ke Jepang.
“Selama sekitar enam bulan mereka mengikuti pelatihan karakter, budaya, dan bahasa Jepang di Cikarang. Seluruh biaya, termasuk tiket pesawat, ditanggung oleh SMK Medika. Kami ingin lulusan Medika bisa go internasional,” tegasnya.
Sementara itu, salah seorang peserta MPLS asal Kabupaten Mahakam Ulu, Laura Triananda Hiping, mengaku memilih bersekolah di SMK Medika karena reputasi sekolah tersebut yang sudah dikenal luas di daerah asalnya.
“Di kampung saya banyak yang menyarankan masuk SMK Medika karena sekolahnya bagus. Guru-gurunya keren, teman-temannya asyik, dan kegiatan ekstrakurikulernya juga banyak,” ujar Laura.
Siswi yang memilih Jurusan Teknik Laboratorium Medik tersebut berharap SMK Medika Samarinda terus berkembang dan semakin berprestasi.
“Saya berharap SMK Medika semakin jaya, semakin keren, dan semakin hebat,” tuturnya. (yud)








