PSI Samarinda Dorong Anak Muda Lebih Aktif Berpolitik Lewat Diskusi Santai

SAMARINDA – Upaya mendorong keterlibatan generasi muda didunia politik terus dilakukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Samarinda. Salah satunya melalui diskusi bertajuk “Ngobrol Santai: Anak Muda Punya Suara” yang digelar di Sekretariat PSI Samarinda, Jalan Perjuangan, Sabtu (16/5/26).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WITA itu diikuti kader partai serta sejumlah pemuda dari berbagai komunitas dan latar belakang. Diskusi menghadirkan Sekretaris DPD PSI Samarinda, Taufan Marselinus, serta Founder Ketikan Waras, Chaidir Tamami, sebagai narasumber utama.

Pada kegiatan tersebut, isu mengenai rendahnya minat anak muda terhadap politik menjadi salah satu pembahasan utama. Biro Pemilih Pemula DPD PSI Samarinda, Daniel Limotto, menilai masih banyak generasi muda yang memandang politik sebagai sesuatu yang sulit dijangkau.

Menurutnya, sebagian anak muda merasa dunia politik hanya diperuntukkan bagi orang-orang tertentu yang memiliki kekuasaan atau pengaruh besar. Padahal, politik dapat dijalankan oleh siapa saja selama memiliki tujuan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Masih ada anak muda yang ragu terlibat di politik karena menganggap hanya orang tertentu yang bisa berhasil di sana. Padahal setiap orang punya kesempatan yang sama untuk berkontribusi melalui politik, terutama lewat hal-hal positif yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Daniel.

Ia menambahkan, pemahaman tentang politik perlu dibangun dari lingkungan anak muda itu sendiri agar mereka tidak lagi memandang politik sebatas perebutan kekuasaan.

“Anak muda harus memahami bahwa politik bukan hanya milik tokoh besar. Banyak cara untuk berpolitik sesuai kemampuan dan nilai yang dimiliki masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PSI Samarinda, Taufan Marselinus, menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda menjelang bonus demografi Indonesia. Ia menyebut jumlah usia produktif yang diperkirakan mencapai sekitar 64 persen akan menjadi kekuatan besar dalam menentukan arah bangsa ke depan.

“Indonesia akan memasuki fase bonus demografi, di mana kelompok usia produktif jumlahnya sangat besar. Kondisi ini tentu akan memberi pengaruh besar, dan mayoritas dari jumlah tersebut adalah anak muda,” jelas Taufan.

Ia menegaskan PSI berupaya membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk belajar dan berkontribusi melalui partai politik.

“PSI ingin menunjukkan bahwa partai ini terbuka bagi anak muda. Kami memberikan ruang agar mereka bisa berkembang, belajar, dan ikut berkontribusi lewat berbagai program yang sedang disiapkan,” terangnya.

Hal senada disampaikan Founder Ketikan Waras, Chaidir Tamami. Ia mengajak generasi muda untuk mengambil peran nyata sebagai penerus bangsa melalui berbagai bidang.

“Sebagai generasi penerus, anak muda memiliki tanggung jawab besar untuk ikut membangun bangsa. Karena itu, sudah seharusnya anak muda hadir dan melakukan aksi nyata di berbagai sektor,” tegas Chaidir. (yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *