SAMARINDA – Warga Gang Sayur 9, RT 35, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, kembali menyuarakan keresahan akibat buangan limbah air dari Perumahan Graha Mandiri 8. Mereka mengaku sudah berulang kali terdampak, bahkan hingga menimbulkan kerusakan barang-barang rumah tangga.
Salah satu warga, Santi menuturkan, banjir kiriman dari arah perumahan membuat aktivitasnya lumpuh total.
“Laptop dan seluruh pekerjaan saya di dalam file hilang mas, lemari saya juga rusak akibat banjir yang tidak kami sangka akan masuk ke rumah,” jelas Santi.
Warga menilai sistem drainase perumahan tidak mampu menampung aliran air, sehingga meluap ke permukiman. Keluhan ini pun akhirnya mendapat tanggapan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Samarinda.
Ahli Muda Penata Kelola Perumahan Disperkim Samarinda, Riman, mengatakan pihak pengembang Graha Mandiri 8 sebelumnya telah mengajukan surat persetujuan hak beserta site plan awal pendirian. Ia menjelaskan, peran Disperkim hanya sebatas menilai rencana tapak, bukan persoalan lingkungan.
“Site plan di situ diatur termasuk komposisi, dan itu diatur oleh perwali yang diterbitkan juga oleh teman-teman di bidang tata ruang, Dinas PUPR,” ungkapnya, Selasa (7/10/25).
Terkait pemanfaatan lahan rawa untuk area perumahan, Riman menegaskan hal tersebut menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda.
“Kalau tidak sesuai kita bisa mencabut site plannya lalu kita arahkan untuk merevisi agar gambarnya sesuai lagi dengan kondisi existing,” papar Riman.
Meski demikian, ia menilai keluhan warga harus segera ditindak lanjuti. Disperkim berencana memanggil pihak pengembang dan perwakilan warga agar duduk bersama, serta melakukan kunjungan lapangan guna memastikan kondisi di lapangan.
“Saya akan lapor ke Pak Kabid. Ya Pak Kabid untuk menindak lanjuti kejadian ini,” terang Riman.
Ia menegaskan, pembangunan dan investasi tidak boleh menjadikan masyarakat sebagai korban.
“Adanya kerja sama terkait investasi memang tidak boleh menjadikan warga sebagai korban, semuanya harus berjalan seiring sejalan,” ujarnya.
Sementara itu, warga berharap agar tindak lanjut pemerintah kali ini benar-benar menghasilkan solusi konkret, bukan sekadar janji. Sebab, genangan air dari perumahan tersebut sudah berulang kali terjadi dan menimbulkan kerugian materi yang tidak sedikit. (yud)








