SAMARINDA – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Dinas Sosial Kalimantan Timur terus memantau perkembangan remaja binaannya setelah mereka keluar dari panti. Kepala UPTD PSBR, Suharno, menegaskan bahwa perhatian terhadap mereka tidak berakhir meskipun mereka telah kembali ke masyarakat.
“Kami tetap melakukan monitoring dan evaluasi, termasuk kunjungan langsung ke rumah mereka atau home visit, untuk memantau kondisi mereka,” ujar Suharno saat ditemui di kantornya di Jalan DI Panjaitan, Senin (2/12/2024).
Menurutnya, langkah ini bertujuan untuk menilai efektivitas program pembinaan selama anak berada di panti. “Kami ingin melihat apakah pelajaran yang kami berikan selama ini benar-benar bermanfaat untuk kehidupan mereka,” tambahnya.
Suharno juga menyampaikan bahwa sejauh ini, tidak ada laporan mengenai anak-anak yang kembali melakukan perilaku menyimpang setelah keluar dari panti. Meski demikian, ia tetap mengakui bahwa kemungkinan tersebut selalu ada.
“Pengalaman saya selama di sini, belum ada laporan seperti itu, tetapi kita tetap harus waspada,” katanya.
Selain itu, UPTD PSBR juga telah menjalin kerja sama dengan beberapa pihak, termasuk aparat penegak hukum di luar Kalimantan Timur, seperti di Kalimantan Utara. “Ada permintaan dari Kalimantan Utara untuk mengirimkan anak-anak ke PSBR kami, tetapi hingga kini belum ada yang direalisasikan,” tutupnya.
Monitoring ini menjadi salah satu upaya UPTD PSBR untuk memastikan bahwa anak-anak binaan mampu menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan. (adv/dinsos kaltim)








