SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan perlunya percepatan penanganan stunting setelah prevalensi kasus hingga 2024 masih berada pada angka 22,2 persen. Kondisi tersebut dinilai cukup tinggi dan dapat menghambat upaya Kaltim pada menyiapkan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing di masa depan.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyampaikan, situasi stunting di daerah ini belum berada pada kategori aman. Berdasarkan data pemerintah provinsi, terdapat 39.137 balita yang tercatat mengalami stunting. Empat kabupaten/kota menjadi wilayah dengan prevalensi tertinggi dan belum menunjukkan penurunan signifikan.
“Secara jujur harus kita akui, posisi Kalimantan Timur saat ini belum aman karena angka stunting masih tergolong tinggi,” ujarnya, Selasa (9/12/25).
Melihat kondisi tersebut, Pemprov Kaltim mendorong dilakukannya audit menyeluruh terhadap program penanganan stunting di daerah-daerah tersebut. Audit dinilai penting agar memastikan setiap intervensi benar-benar terlaksana dan memberikan dampak nyata, bukan sekadar tercatat dalam laporan administratif.
“Kerja kita tidak bisa lagi bersifat parsial. Diperlukan evaluasi yang benar-benar menyentuh pelaksanaan di lapangan,” tegasnya.
Ia menekankan, stunting merupakan persoalan multidimensi yang tidak dapat diselesaikan hanya pada sektor kesehatan. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga dukungan keluarga. Pemprov juga menyoroti pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan sebagai periode paling krusial dalam mencegah terjadinya stunting.
Intervensi, kata Seno, harus dimulai dari pemantauan kesehatan ibu hamil, pemenuhan gizi, hingga pendampingan tumbuh kembang anak.
“Jika ibu hamil tidak mendapatkan pemeriksaan rutin, maka risiko stunting tidak terdeteksi sejak awal dan akan berdampak pada kondisi anak ke depan,” tuturnya.
Pemprov berharap audit dan evaluasi komprehensif yang dilakukan dapat mempercepat penurunan stunting secara signifikan dan memastikan generasi berikutnya tumbuh sehat serta berdaya saing. (yud)








