SAMARINDA – Pemerataan akses pendidikan kembali menjadi perhatian utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan, perluasan layanan pendidikan dari jenjang SMA hingga perguruan tinggi kini masuk sebagai agenda strategis agar memperkuat kualitas sumber daya manusia di seluruh daerah.
Menurut Seno, pemerintah melihat masih adanya ketimpangan akses pendidikan antara wilayah perkotaan dan desa-desa di pedalaman. Karena itu, pemerataan fasilitas pendidikan bukan hanya upaya administratif, tetapi langkah fundamental agar memastikan seluruh generasi muda memiliki kesempatan belajar yang sama.
“Kami ingin setiap anak di Kaltim dapat bersekolah tanpa terkendala jarak atau minimnya fasilitas. Setiap desa wajib memiliki layanan SMA yang memadai,” ujarnya, Selasa (2/12/25).
Pemprov telah memulai pemetaan kebutuhan sekolah menengah atas hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Upaya ini dilakukan agar memenuhi target satu SMA di 1.038 desa dan kelurahan di Kaltim, baik melalui sekolah negeri maupun swasta.
Upaya tersebut menjadi fondasi pemerataan pendidikan menengah sebelum pemerintah melangkah ke tahapan berikutnya.
Tahap selanjutnya adalah memastikan keberadaan institusi pendidikan tinggi di seluruh kabupaten/kota. Pemprov menilai kebutuhan perguruan tinggi harus disesuaikan dengan jumlah lulusan SMA di setiap daerah.
“Kami ingin setiap daerah punya perguruan tinggi sendiri, entah universitas, politeknik, sekolah tinggi, atau akademi,” jelas Seno.
Daerah dengan lulusan SMA besar seperti Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Balikpapan disebut memerlukan lebih banyak institusi pendidikan tinggi agar mampu menampung kebutuhan lokal.
Meski demikian, ia tetap mendorong masyarakat yang mampu agar menempuh pendidikan di luar Kaltim. Ia menilai pengalaman dan wawasan dari luar daerah adalah investasi penting bagi kemajuan Kaltim ke depan.
“Kalau bisa sekolah di luar, itu lebih baik. Yang penting kembali dan berkontribusi untuk daerah,” katanya.
Pemerintah berharap langkah pemerataan pendidikan ini tidak hanya memperkuat kualitas SDM, tetapi juga menciptakan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kaltim. (yud)








