Daerah  

Pemprov Optimistis Sawit Kaltim Melesat dengan Kebijakan B50

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyatakan optimisme tinggi terhadap perkembangan industri kelapa sawit di daerah. Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menilai sejumlah indikator terbaru menunjukkan tren positif, terutama kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang kini mencapai Rp3.200 per kilogram serta kebijakan nasional untuk menaikkan campuran biodiesel dari B30 menjadi B50. Jumat (12/12/25).

Seno menyebut, kondisi pasar sawit semakin membaik setelah Indonesia memenangkan sengketa dagang dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Kemenangan tersebut membuka ruang pemulihan harga dan memastikan akses pasar sawit tetap terjaga.

“Kalau saya lihat dari paparan yang tadi kita dapatkan, ini cukup menjanjikan. Apalagi harga TBS sekarang mulai naik terus sejak Indonesia memenangkan sengketa dagang dengan WTO,” ujarnya.

Ia menilai instruksi Presiden agar meningkatkan campuran biodiesel menjadi B50 akan memberikan dorongan besar terhadap sektor perkebunan sawit. Pasokan kebutuhan biodiesel akan meningkat, sehingga permintaan kelapa sawit dari petani dan perusahaan perkebunan diperkirakan ikut terdongkrak.

“Ini akan menggairahkan para petani sawit, khususnya di Kaltim. Kita juga dorong agar sektor ini membuka lebih banyak lapangan kerja dan menurunkan angka kemiskinan,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Kaltim juga mendorong intensifikasi perawatan kebun rakyat agar produktivitas semakin optimal. Seno menegaskan, peningkatan kualitas tanaman merupakan kunci peningkatan kesejahteraan petani.

Selain itu, ia mengungkapkan rencana pembangunan pabrik kelapa sawit baru di beberapa wilayah seperti Balikpapan dan Bontang. Dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki pabrik sendiri untuk memperkuat rantai industri sawit lokal.

Pada kesempatan yang sama, ia juga menyoroti pengendalian harga kebutuhan pokok, khususnya kelapa. Sebagian pasokan kelapa di Kaltim masih dipenuhi dari luar daerah, terutama Jawa. Pemerintah ingin memastikan harga kelapa tetap stabil agar tidak memicu inflasi.

“Kita akan kontrol agar tidak serta-merta menaikkan harga kelapa. Ini untuk menjaga stabilitas harga di pasar,” katanya. (yud)