SAMARINDA – Kabid Fakir Miskin Dinas Sosial Kalimantan Timur (Dinsos Kaltim), Saprudin Saida Panda, menyoroti fenomena meningkatnya angka kemiskinan di wilayah Kalimantan Timur.
Ia menyebut salah satu faktor penyebab utama adalah masih adanya masyarakat yang terlalu bergantung pada bantuan pemerintah.
“Mungkin masyarakat ini terlena dengan bantuan-bantuan dari pemerintah, sehingga tidak berupaya mencari pekerjaan yang tetap,” ujarnya, Kamis (28/11).
Dirinya menegaskan, saat ini tidak ada alasan kuat bagi masyarakat untuk tidak mencari pekerjaan atau berwirausaha, mengingat tidak ada lagi kejadian luar biasa yang menghambat aktivitas ekonomi, seperti pandemi Covid-19.
“Kalau berbicara efek, sudah tidak ada lagi yang sifatnya luar biasa seperti saat pandemi yang menyebabkan pekerjaan atau usaha sulit ditemukan,” lanjutnya.
Ia juga menyebut, Dinas Sosial dapat memahami jika kenaikan angka kemiskinan ekstrem terjadi pada periode 2020-2022, ketika pandemi memukul perekonomian masyarakat secara signifikan.
“Kalau di masa Covid-19, kenaikan angka kemiskinan bisa dimaklumi karena kondisi perekonomian yang sangat sulit saat itu,” tambahnya.
Namun, ia memastikan Dinas Sosial Kalimantan Timur akan terus bekerja keras untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem yang saat ini tercatat meningkat.
“Kami akan berupaya maksimal agar angka kemiskinan ekstrem yang naik bisa segera turun dan kembali stabil,” tutupnya. (adv/dinsos kaltim)
Penulis: Reza Pratama Putra
Editor: Yudi Adi Prabowo








