SAMARINDA – Program Internet Desa yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sejak Mei 2025 menunjukkan progres signifikan. Hingga 24 November 2025, capaian instalasi jaringan telah menyentuh 89 persen dari target 841 desa yang akan dilayani. Pemerintah menargetkan seluruh desa di daratan Bumi Etam dapat menikmati konektivitas digital yang merata.
Pelaksanaan program ini menggunakan kombinasi teknologi yang disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing wilayah. Fiber optic dipasang di area yang memungkinkan, sementara solusi wireless dan satelit, termasuk penggunaan Starlink di 30 titik menjadi pilihan untuk lokasi yang sulit dijangkau. Setiap kecamatan juga dilengkapi teknisi dari UMS untuk operasi dan perawatan jaringan.
Di beberapa titik, pemerintah menyediakan kapasitas internet hingga 100 Mbps. Tahap awal pemasangan difokuskan pada kantor desa sebagai pusat layanan publik, sehingga akses digital dapat langsung dimanfaatkan masyarakat.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan, program ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Ia menyebut konektivitas digital sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
“Internet desa adalah fondasi Kaltim yang inklusif, dengan layanan dasar dan akses digital merata,” ujarnya, Rabu (10/12/25).
Kendati progres terus berjalan, beberapa hambatan masih ditemui, terutama gangguan di sejumlah titik dan pemasangan di lokasi paling sulit. Hal ini membuat progres harian bervariasi. Pada Januari 2026, pemprov berencana melakukan monitoring dan evaluasi menyeluruh agar meningkatkan kualitas layanan.
Jika dinilai perlu, pemerintah tidak menutup kemungkinan mengganti penyedia layanan.
Hingga 24 November 2025, instalasi berdasarkan ISP menunjukkan: Telkom 147 desa, Telkomsat (Starlink) 78 desa, Telkomsel Indihome 152 desa, Telkomsel Orbit 131 desa, Icon+ 50 desa, Icon Starlink 23 desa, Comtelindo 84 desa, dan Bestcamp 69 desa.
Sementara berdasarkan wilayah, pemasangan terbanyak berada di Kutai Kartanegara dengan 187 dari 193 desa, disusul Kutai Barat 142 dari 190 desa. Total 734 desa dinyatakan terpasang dan 107 desa masih dalam proses, dengan capaian keseluruhan mencapai 87 persen. (yud)








