Daerah  

GratisPol Dibuka Lebih Luas, Tekan Jumlah Mundur Kuliah

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyoroti meningkatnya jumlah lulusan SMA yang terpaksa menunda kuliah karena tidak mampu membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Situasi ini mendorong Pemprov kembali menegaskan posisi GratisPol sebagai instrumen utama untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi warga Kaltim.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengungkapkan, laporan mengenai calon mahasiswa yang membatalkan studi terus berdatangan dari berbagai daerah. Menurutnya, kecenderungan tersebut menunjukkan bahwa hambatan ekonomi masih menjadi alasan terbesar ketidak mampuan pelajar melanjutkan pendidikan.

“Tidak sedikit calon mahasiswa yang terpaksa mundur karena UKT. Melalui GratisPol, situasi itu berusaha kami atasi,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).

GratisPol mulai berjalan pada 2025 dengan fokus pada mahasiswa semester pertama. Evaluasi awal menunjukkan, beban biaya kuliah paling terasa pada masa pendaftaran, sehingga program diarahkan untuk mengisi celah tersebut.

Memasuki 2026, Pemprov akan memperluas cakupan penerima hingga mahasiswa semester-semester akhir, terutama mereka yang hampir menyelesaikan studi namun terancam berhenti karena biaya.

Pemerintah provinsi telah menyiapkan anggaran khusus agar memastikan keberlanjutan program.

Agar menghindari hambatan administratif, syarat GratisPol dibuat sesederhana mungkin. Mahasiswa hanya perlu memiliki KTP Kaltim dan menunjukkan domisili minimal tiga tahun. Bantuan ini berlaku untuk perguruan tinggi negeri maupun swasta seluruh Kaltim.

Ia juga meminta agar pihak kampus mempercepat verifikasi berkas agar mahasiswa dapat segera memanfaatkan program tersebut.

“Mohon verifikasi segera diselesaikan agar mahasiswa dapat memperoleh manfaat kuliah tanpa biaya,” tegasnya.

Dirinya menilai GratisPol sebagai fondasi penting pada meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama bagi kelompok ekonomi lemah yang selama ini sulit menjangkau pendidikan tinggi.

Dengan tekanan ekonomi sebagai faktor utama mundurnya calon mahasiswa, perluasan GratisPol dipandang sebagai langkah strategis agar generasi muda Kaltim tidak kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan. (yud)