SAMARINDA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Samarinda menggelar talkshow bertajuk “Peran Keluarga Dalam Pola Pengasuhan di Era Modern: Mewaspadai Grooming dan Kekerasan Pada Anak”. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekretariat DPD PSI, Jalan Perjuangan, Samarinda, dan dihadiri sekitar 50 peserta dari kalangan masyarakat umum. Sabtu (14/2/25).
Hadir sebagai pemateri, Psikolog Fransisca Debi Oktavia, yang memberikan edukasi kepada para orang tua dan masyarakat mengenai pentingnya pencegahan child grooming serta kekerasan seksual pada anak, baik secara offline maupun online.
Ditemui setelah acara selesai, Fransisca menegaskan bahwa kegiatan ini bersifat edukatif dan bertujuan membuka wawasan masyarakat.
“Poin pentingnya sebenarnya ini adalah sebuah seminar edukasi tentang bagaimana kita sebagai orang tua dan masyarakat mencegah terjadinya child grooming ataupun kekerasan seksual pada anak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, orang tua perlu memahami pola-pola perilaku anak serta tanda-tanda berisiko yang dapat menjadi celah terjadinya grooming.
“Karena ini adalah sesuatu yang sifatnya edukasi, jadi ini membuka pengetahuan dari para audiens. Mengenali bagaimana perilaku-perilaku anak ataupun perilaku-perilaku berisiko yang itu bisa membuat anak terjerumus di dalam child grooming secara offline maupun online,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bendahara DPD PSI Samarinda, Renny Astuti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap isu perlindungan anak yang semakin kompleks di era digital.
“Mengajak orang tua dan masyarakat lebih sadar soal celah masuk manipulasi dan kekerasan pada anak, sekaligus belajar bagaimana cara membuat ruang aman buat anak. Karena kasih sayang itu seharusnya melindungi, bukan melukai,” tuturnya.
Ia juga berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi membawa dampak nyata bagi peserta.
“Peserta jadi lebih peka, tahu tanda-tandanya, paham cara mencegahnya, dan berani ambil sikap kalau ada kekerasan. Kami berharap peserta bukan cuma hadir, tapi pulang membawa insight dan aksi,” tegasnya.
Salah satu peserta, Paulus Ginting, mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari talkshow tersebut. Ia mengaku tersentuh dengan salah satu kutipan yang disampaikan dalam sesi diskusi.
“Satu hal yang sangat membekas bagi saya adalah kutipan, ‘Koneksi dulu baru koreksi’. Kalimat ini menyadarkan saya bahwa sebagai orang tua, saya harus membangun kedekatan terlebih dahulu dengan anak sebelum mulai mengoreksi perilakunya,” ungkapnya.
Menurut Paulus, selama ini ia sering langsung menegur tanpa membangun kedekatan emosional terlebih dahulu.
“Banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan hari ini dan materinya akan saya pelajari lebih dalam lagi,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, DPD PSI Samarinda berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya grooming dan kekerasan pada anak semakin meningkat, serta tercipta lingkungan keluarga yang aman, suportif, dan penuh kasih bagi tumbuh kembang anak di era modern. (rz)








