SAMARINDA – Dinas Sosial Kalimantan Timur (Dinsos Kaltim) menggunakan data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai salah satu acuan dalam memantau angka kemiskinan di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mendukung upaya penanganan kemiskinan yang menjadi salah satu fokus utama Dinsos Kaltim.
Kepala Sub Bagian Program Dinsos Kaltim, Robby Irawan, mengatakan bahwa angka kemiskinan di Kaltim memiliki keselarasan antara data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS) dan data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).
“Untuk angka kemiskinan di Kaltim, sesuai dengan data BPS, masih sesuai dengan data PMKS,” ujarnya, Kamis (5/12/24).
Dirinya menjelaskan, Dinsos Kaltim telah memiliki sistem khusus untuk mengetahui angka kemiskinan, yaitu melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Namun, ia mengakui, data tersebut masih memiliki keterbatasan.
“Sebenarnya, Kementerian Sosial mempunyai DTKS. Tetapi, data itu agak sulit untuk dianalisis karena tidak adanya pemisahan, karena data terpadu,” jelasnya.
Untuk mempermudah identifikasi jumlah masyarakat kurang mampu, Dinsos Kaltim juga memanfaatkan data penerima PKH sebagai rujukan tambahan.
“Kita juga memakai dari penerima PKH dan sesuai dengan angka kemiskinan yang ada,” ungkap Robby.
Dinsos Kaltim, akan terus bekerja maksimal untuk mengentaskan kemiskinan di Kaltim. Selain mencegah penurunan ekonomi keluarga, pihaknya juga membantu masyarakat yang sudah terpuruk secara ekonomi.
“Kami di Dinsos ini bukan hanya bagaimana agar ekonomi keluarga tetap stabil. Kami juga menangani masyarakat yang sudah jatuh secara ekonomi,” pungkasnya. (adv/dinsos kaltim)
Penulis: Reza Pratama Putra
Editor: Yudi Adi Prabowo








