Daerah  

Akses Mahulu Tetap Dibangun Meski Anggaran Infrastruktur Dipangkas

SAMARINDA – Di tengah tekanan fiskal yang membuat sebagian besar proyek infrastruktur harus dipangkas, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan satu proyek tetap berdiri sebagai prioritas utama: pembangunan akses jalan menuju Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Proyek ini dianggap terlalu strategis untuk ditunda karena menyangkut keterhubungan wilayah pedalaman yang selama puluhan tahun terisolasi.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan, meski ruang anggaran menyempit drastis, pemerintah tidak ingin mengorbankan proyek yang berdampak langsung terhadap masyarakat di wilayah hulu Sungai Mahakam tersebut.

“Untuk Mahulu masih ada anggarannya tahun depan Rp100 miliar. Kemudian dari kementerian juga ada kurang lebih sekitar Rp420 miliar,” ujarnya, Minggu (7/12/25).

Menurunya, akses darat menuju Mahulu bukan sekadar pembangunan fisik. Jalur itu akan menjadi fondasi penting bagi pemerataan layanan publik, mulai dari distribusi logistik, akses kesehatan, pendidikan, hingga pengiriman barang kebutuhan pokok yang selama ini terkendala biaya transportasi tinggi akibat ketergantungan pada jalur sungai dan udara.

Ia memaparkan, pembukaan jalur darat hingga Ujoh Bilang sebagai ibu kota Mahulu akan melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Mulai dari perdagangan antarwilayah, pertumbuhan UMKM lokal, hingga peluang investasi yang selama ini terhambat oleh terbatasnya konektivitas,” jelasnya.

Bagi pemerintah provinsi, mempertahankan proyek Mahulu justru menjadi simbol keberpihakan terhadap wilayah pinggiran. Di saat anggaran terbatas, memilih proyek yang dampaknya paling luas dan jangka panjang merupakan langkah yang dianggap paling rasional.

Dirinya tetap optimistis, jalan menuju Mahulu dapat rampung sesuai target.

“Insya Allah akhir 2026 jalan di Mahakam Ulu sudah mulus. Sampai Ujoh Bilang,” tegasnya.

Keputusan mempertahankan proyek Mahulu di tengah pemangkasan anggaran ini dipandang sebagai komitmen pemerintah untuk memastikan pembangunan tidak hanya berputar di wilayah perkotaan, tetapi juga menyentuh daerah-daerah yang selama ini tertinggal. (yud)