Andi Muhammad Ishak Tanggapi Fenomena Anak Sekolah Bekerja

Andi Muhammad Ishak, Kepala Dinas Sosial Kaltim.

SAMARINDA – Kepala Dinas Sosial Kalimantan Timur (Dinsos Kaltim), Andi Muhammad Ishak, menanggapi fenomena banyaknya anak usia sekolah yang terpaksa bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup. Hal ini disampaikan saat ditemui di ruang kerjanya, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, pada Senin 18 November 2024, pukul 10.00 Wita.

Andi menjelaskan bahwa persoalan pekerja anak menjadi ranah instansi lain, seperti Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKP3A). Dinsos Kaltim, lanjutnya, lebih berfokus pada penanganan anak terlantar.

“Berkaitan dengan pekerja anak, itu berada di bawah DKP3A. Mereka memiliki unit khusus, yakni Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Sementara kami di Dinas Sosial fokus pada anak-anak yang terlantar,” ujar Andi.

Meski demikian, Andi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah mengupayakan pembangunan wilayah ramah anak melalui program Kabupaten/Kota Layak Anak.

“Kami sudah menginisiasi program Kabupaten/Kota Layak Anak sebagai salah satu langkah preventif,” jelasnya.

Dinsos Kaltim, kata Andi, bertanggung jawab memberikan pembinaan dan rehabilitasi kepada anak-anak terlantar, gelandangan, atau anak-anak yang tidak mendapat akses pendidikan. Anak-anak tersebut, lanjutnya, juga diberikan pelatihan keterampilan agar mampu mandiri di masa depan.

“Kami fokus pada anak-anak yang masuk kategori terlantar atau ditelantarkan,” imbuhnya.

Dinas Sosial, kata Andi, juga membuka pintu bagi keluarga yang kesulitan secara ekonomi untuk mendapatkan rehabilitasi dan pembinaan di panti asuhan yang dikelola pemerintah.

“Kami siap membantu keluarga yang berada dalam kesulitan. Jika mereka bersedia anaknya dibina oleh kami, silakan ajukan permohonan,” tutupnya. (adv/dinsos kaltim)