JAKARTA – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia dengan menerima kunjungan para guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di pabrik Yamaha Pulo Gadung, Jakarta, pada 5 Juni 2026 lalu. Kamis (25/6/26).
Kunjungan tersebut merupakan agenda resmi yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan. Program ini melibatkan guru-guru SMK jurusan pemasaran dari berbagai daerah di Indonesia untuk mempelajari secara langsung dinamika industri manufaktur dan strategi bisnis di Yamaha.
Assistant General Manager Sales PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Hendri Kartono, mengatakan Yamaha terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia pendidikan sebagai bentuk kontribusi perusahaan dalam mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi kebutuhan industri.

“Sebagai wujud nyata komitmen kami terhadap dunia pendidikan dan profesi, Yamaha membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para pelaku pendidikan untuk belajar langsung di lingkungan industri. Melalui kunjungan pabrik ini, kami ingin menunjukkan tidak hanya kapasitas Yamaha sebagai manufaktur global, tetapi juga peran kami dalam mendukung pertukaran pengetahuan dan penguatan talenta yang siap terjun ke dunia industri,” ujarnya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan Yamaha terhadap program 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru SMK melalui kolaborasi dengan pelaku industri, sehingga proses pembelajaran di sekolah dapat mengikuti perkembangan dunia usaha dan industri.
Selama kunjungan, para peserta memperoleh pemaparan mengenai perjalanan Yamaha di Indonesia, penerapan teknologi manufaktur, sistem pengendalian mutu, hingga strategi pemasaran dan penjualan yang telah dikembangkan perusahaan selama lebih dari lima dekade.
Tidak hanya menerima materi, para guru juga diajak meninjau langsung proses produksi di pabrik Yamaha. Mereka melihat tahapan produksi mulai dari engine assembly process, body assembly process, hingga final inspection untuk memahami standar operasional dan kualitas yang diterapkan perusahaan.
Peserta juga berdiskusi bersama tim Yamaha Institute mengenai tantangan, peluang, serta strategi pemasaran dan penjualan sepeda motor Indonesia agar mampu bersaing di pasar global.
Melalui kegiatan ini, Yamaha berharap sinergi antara dunia industri dan pendidikan vokasi semakin kuat, sehingga mampu menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional. (*/yud)








