SENDAWAR – Komitmen membangun sistem pembinaan sepak bola yang berkelanjutan di Kabupaten Kutai Barat terus diperkuat melalui penyelenggaraan Liga Sepak Bola Anak dan Remaja Tingkat Kabupaten Kutai Barat. Kompetisi yang resmi dibuka Bupati Kutai Barat Frederick Edwin di Stadion Swalas Gunaq, Kecamatan Barong Tongkok, Sabtu (13/6/26), menjadi wadah pembinaan sekaligus ajang pencarian bakat bagi pesepak bola muda daerah.
Liga tersebut diikuti 43 tim yang terbagi dalam empat kategori, yakni Bocah Seru League usia 10-12 tahun dengan delapan tim peserta, Junior Banged League usia 15 tahun sebanyak 12 tim, Women League yang diikuti enam tim, serta Kubar Junior dengan 17 tim peserta.
Ketua ASKAB PSSI Kutai Barat M. Teddy Rakhmat mengatakan, kompetisi kelompok umur menjadi bagian penting membangun fondasi sepak bola daerah yang lebih kuat dan profesional. Menurutnya, pembinaan tidak cukup hanya melalui latihan, tetapi juga harus didukung dengan kompetisi yang berlangsung secara rutin.
“Kami ingin menciptakan sistem pembinaan yang berkesinambungan. Karena itu kompetisi kelompok umur akan terus dilaksanakan secara rutin agar para pemain muda memiliki pengalaman bertanding yang cukup,” jelasnya.
Teddy mengungkapkan, perkembangan sepak bola di Kutai Barat dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Saat ini, jumlah pelatih berlisensi telah mencapai 35 orang, sementara jumlah wasit aktif meningkat menjadi 56 orang. Selain itu, Kutai Barat juga telah memiliki tiga komisioner pertandingan yang tersertifikasi.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut menjadi modal penting menciptakan tata kelola pembinaan sepak bola yang semakin baik.
Ia menambahkan, kompetisi yang berlangsung hingga tahun depan itu akan mempertandingkan total 233 laga. Dengan banyaknya pertandingan yang digelar, para pemain muda diharapkan memperoleh jam terbang yang cukup untuk meningkatkan kemampuan dan mental bertanding.
Dukungan terhadap pembinaan usia dini juga datang dari Ketua KONI Kutai Barat Alsiyus. Ia menilai kompetisi berjenjang seperti yang digelar ASKAB PSSI Kutai Barat merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan olahraga daerah.
“Kompetisi seperti ini menjadi pondasi dalam mencetak atlet berprestasi. KONI siap mendukung berbagai program pembinaan yang bertujuan meningkatkan kualitas olahraga di Kutai Barat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menegaskan, pembinaan atlet harus dilakukan secara terencana dan berkesinambungan sejak usia dini. Menurutnya, kompetisi menjadi salah satu sarana penting agar mencetak atlet yang mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.
“Penyelenggaraan liga ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan prestasi olahraga sejak usia dini. Atlet yang hebat lahir dari proses pembinaan yang panjang, terarah, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain menjadi ajang pembinaan prestasi, kompetisi juga diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda. Frederick menilai sepak bola mengajarkan berbagai nilai positif yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Di lapangan inilah anak-anak belajar tentang kerja keras, disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kerja sama. Nilai-nilai tersebut akan menjadi bekal penting bagi mereka di masa depan,” katanya.
Ia juga menekankan, olahraga dapat menjadi sarana positif agar menjauhkan anak-anak dan remaja dari berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berkomitmen terus mendukung berbagai program pembinaan olahraga yang melibatkan generasi muda.
Menutup sambutannya, Frederick mengingatkan seluruh peserta menjunjung tinggi nilai sportivitas selama kompetisi berlangsung.
“Selamat bertanding. Tunjukkan kemampuan terbaik kalian, hormati lawan, hormati wasit, dan jadikan kompetisi ini sebagai pengalaman berharga untuk meraih cita-cita di masa depan,” pesannya.
Pembukaan liga turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gamas Laden, Plt Kepala Dinas Pariwisata Sumardi, unsur Forkopimda, jajaran KONI Kutai Barat, pengurus ASKAB PSSI Kutai Barat, para pelatih, ofisial tim, orang tua peserta, serta masyarakat yang memadati Stadion Swalas Gunaq untuk memberikan dukungan kepada para pemain muda. (*/red)








