TENGGARONG – Layanan transportasi publik Bajaj Maxride resmi memperluas operasionalnya ke Kalimantan Timur pada awal Maret 2026. Ekspansi ini diawali di Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, sebelum nantinya menjangkau Samarinda dan sejumlah kota lainnya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan alternatif transportasi modern sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Sebelumnya, Bajaj Maxride telah lebih dulu beroperasi di sejumlah kota besar seperti Makassar, Medan, dan Yogyakarta.
Perwakilan Bajaj Maxride Kalimantan Timur, Hamsu Gunadi menyampaikan, ekspansi ke Kaltim merupakan tahap awal agar memperkenalkan layanan kepada masyarakat secara lebih luas.
“Ini langkah awal kami untuk membangun pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap Bajaj Maxride sebagai solusi mobilitas yang efisien sekaligus memberikan dampak sosial,” ujarnya saat ditemui di dealer utama Bajaj Kaltim di Jalan Jakarta, Samarinda.
Selain menghadirkan layanan transportasi, Bajaj Maxride juga menargetkan kontribusi agar menekan angka pengangguran. Berdasarkan data terbaru, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Tenggarong mengalami kenaikan dari 4,11 persen menjadi 4,40 persen, dengan jumlah pengangguran sekitar 17 ribu jiwa per November 2025.
Melalui skema kemitraan pengemudi, perusahaan membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal, khususnya usia produktif di sektor informal. Sistem kemitraan yang ditawarkan disebut memberikan fleksibilitas kerja dengan potensi pendapatan harian yang kompetitif.
“Di kota lain, kami sudah menyerap ribuan mitra pengemudi dengan penghasilan yang cukup menjanjikan. Kami optimistis hal yang sama bisa terwujud di Kalimantan Timur,” tambah Hamsu.
Di sisi lain, kehadiran Bajaj Maxride juga diharapkan dapat memperkaya pilihan moda transportasi publik di Tenggarong. Layanan ini dirancang agar mendukung mobilitas masyarakat dengan tarif terjangkau dan akses yang mudah ke berbagai titik aktivitas, seperti terminal, pusat ekonomi, hingga kawasan permukiman.
Armada yang digunakan berupa Bajaj RE dengan desain tertutup, sehingga dinilai lebih aman dan nyaman dalam berbagai kondisi cuaca.
Tak hanya itu, Bajaj Maxride juga membuka peluang investasi melalui kepemilikan unit kendaraan. Model ini menawarkan potensi imbal hasil hingga 21 persen per tahun, dengan estimasi pendapatan mencapai Rp2 juta per bulan per unit. Unit tersebut juga dapat digunakan untuk keperluan pribadi karena telah menggunakan pelat hitam.
Melalui ekspansi ini, Bajaj Maxride menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan transportasi yang tidak hanya berfokus pada mobilitas, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Perusahaan berharap kehadirannya di Kalimantan Timur dapat membuka lebih banyak lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, serta menciptakan sistem transportasi yang inklusif dan berkelanjutan. (yud)








