SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, melanjutkan agenda Safari Ramadan ke-10 yang digelar di Masjid Darunni’mah, Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Senin (10/3/25).
Dalam kesempatan tersebut, Rudy menegaskan pentingnya peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pendidikan masyarakat.
“Masjid harus menjadi sarana ibadah, sosial, dan pendidikan. Kita tidak ingin 20 tahun ke depan generasi kita menjadi generasi cemas. Kita harus siapkan mereka menjadi generasi emas, yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara iman,” ujar Rudy di hadapan jemaah.
Safari Ramadan kali ini juga diwarnai dengan dialog antara Gubernur dan masyarakat. Kepala SMKN 15 Samarinda, Suharso, menyampaikan keluhannya terkait pemangkasan beasiswa mahasiswa oleh pejabat sebelumnya.
“Siswa yang kuliah mendapat pengurangan 50 persen untuk beasiswanya oleh Pj Gubernur sebelumnya. Apakah bisa dikembalikan lagi?” tanya Suharso.
Menanggapi hal itu, Gubernur Rudy memastikan, Pemprov Kaltim akan mengembalikan program beasiswa, bahkan akan memberikan pendidikan gratis bagi masyarakat.
“Bukan hanya dikembalikan, tapi akan digratiskan. Karena Kaltim akan menerapkan pendidikan minimum 16 tahun. Pemerintah provinsi siap mencetak generasi Kaltim yang lebih baik lagi,” tegasnya.
Safari Ramadan tersebut juga diisi dengan tausiah dari KH Muhammad Anshari. Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat memperbanyak membaca Al-Qur’an dan berdzikir, serta menjauhi perilaku buruk selama bulan suci Ramadan.
“Perbanyak membaca Al-Qur’an dan bertasbih. Jauhi dusta, umpatan, dan cacian yang bisa mendatangkan murka Allah,” pesannya. (yud)








