MAHAKAM ULU – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-11 Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) tahun 2024 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahulu untuk memperkenalkan berbagai capaian dan terobosan yang berfokus pada aspek sosial, budaya, dan kesejahteraan masyarakat.
Beragam kegiatan diselenggarakan, termasuk penyerahan buku rekam jejak budaya dan sejarah Mahulu, dokumen peraturan bupati tentang penegasan batas kampung, hingga program berbasis kesejahteraan seperti jaminan sosial dan santunan kematian.
Bupati Mahulu, Boni Fasius Belawan Geh, menyoroti penyerahan buku bersejarah yang mendokumentasikan periode Mahulu sejak 1890. Buku tersebut berasal dari hasil ekspedisi Awe Nieuwenhuis dan fotografer Demmeni, yang kemudian diserahkan oleh Mr. Christian Oesterheld dan Dr. Hardina Ohlendorf kepada pemerintah.
“Buku ini merupakan dokumen penting yang mengabadikan perjalanan sejarah Mahulu, sebagai warisan untuk generasi mendatang,” ungkap Boni, Sabtu (14/12/24).

Selain itu, Pemkab Mahulu juga mengalokasikan anggaran tahun 2023-2024 untuk menyelesaikan penegasan batas kampung di wilayah kabupaten. Dalam kesempatan ini, santunan sebesar Rp 48 juta juga diserahkan kepada ahli waris kepala adat Kampung Data Bilang Baru.
Program lainnya meliputi uji coba makanan bergizi gratis untuk anak sekolah, yang dilaksanakan di Balai Pertemuan Umum Ujoh Bilang, serta pelepasan tim siaga demam berdarah untuk melibatkan masyarakat, PKK, dan pelajar SD serta SMP di Kecamatan Long Bagun.
“Kami menyerahkan mesin perontok padi sebagai bantuan pemerintah kepada kelompok tani, guna meningkatkan produktivitas pertanian,” tambahnya.
Rangkaian acara semakin meriah dengan tarian kolosal dari siswa SMP Negeri 1, 4, dan 5 Long Bagun, yang dibina oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mahulu. (ilh)








