SAMARINDA – Jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami penurunan, sejalan dengan indikasi penurunan angka kemiskinan di wilayah tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak.
“Tugas berat ada pada teman-teman di kabupaten dan kota untuk memverifikasi data. Apakah yang masuk kategori miskin masih memenuhi kriteria atau tidak,” ujar Andi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/11).
Menurutnya, penurunan jumlah penerima bantuan sosial mencerminkan perbaikan kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Data penerima PKH dan BPNT menjadi salah satu indikator langsung yang dapat mencerminkan angka kemiskinan.
“Terkait kemiskinan, hal ini dapat dilihat dari jumlah penerima PKH dan BPNT. Saat angka penerima menurun, artinya kesejahteraan masyarakat mulai membaik,” jelasnya.
Dinsos Kaltim kini menunggu data akurat dari Dinas Sosial di tingkat kabupaten dan kota untuk memastikan validitas penurunan tersebut.
“Kami sedang menunggu data konkret terkait penurunan jumlah penerima PKH dan BPNT dari kabupaten/kota,” lanjut Andi.
Ia juga berharap penyaluran bantuan dari pusat dapat dikoordinasikan dengan Dinas Sosial untuk menghindari kesalahan atau ketidaksesuaian data di lapangan.
“Penyaluran langsung dari PT Pos dan Bank BRI seringkali tidak melalui koordinasi dengan kami (Dinsos). Kami berharap informasi ini dapat dikelola bersama untuk hasil yang lebih baik,” tutupnya. (adv/dinsos kaltim)








