SAMARINDA – Kalimantan Timur (Kaltim) tercatat sebagai salah satu dari tiga provinsi terbaik di Indonesia dalam penanganan kemiskinan, bersama Bali dan Kepulauan Riau. Meski demikian, angka kemiskinan ekstrem di provinsi ini mengalami sedikit kenaikan.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak, saat ditemui di kantornya di Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, Senin (18/11). Ia menjelaskan, penurunan angka kemiskinan umum menunjukkan tren positif, meskipun masih ada tantangan terkait kemiskinan ekstrem.
“Kalau Kaltim sendiri mengalami penurunan. Pada Maret 2023, angka kemiskinan tercatat di 6,11 persen, dan pada Maret 2024 turun menjadi 5,78 persen. Jadi sebenarnya, ada progres yang baik,” ujar Andi Muhammad Ishak.
Namun, Andi mencatat peningkatan pada angka kemiskinan ekstrem, dari 0,1 persen menjadi 0,27 persen dalam kurun waktu yang sama. Meski begitu, Kaltim tetap berada di peringkat tiga terbaik nasional dalam penanganan kemiskinan secara keseluruhan.
“Yang meningkat itu justru kemiskinan ekstrem. Meski begitu, posisi Kaltim masih termasuk tiga besar terbaik secara nasional,” terangnya.
Kaltim juga menjadi sorotan nasional, terutama karena pengaruh pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), yang membawa tantangan dan peluang baru bagi pengelolaan kesejahteraan masyarakat.
“Kita menjadi perhatian karena dari tahun lalu ada kenaikan, meskipun kenaikannya tidak signifikan. Tapi posisi kita tetap di bawah dibanding provinsi lain,” jelasnya.
Dinas Sosial Kaltim akan fokus pada upaya serius untuk menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayahnya, terutama dengan melihat penghasilan masyarakat sebagai indikator utama.
“Angka ekstrem itu dilihat dari penghasilan. Ini yang akan menjadi perhatian kami ke depan,” pungkas Andi. (adv/dinsos kaltim)








